Yang Mini Cegah Amputasi

Operasi kanker di paha kiri pada 2003, bukanlah akhir derita Osmon Tanuwijaya dari serangan sel ganas itu. Berselang setengah tahun, kanker itu datang lagi menggerogoti kaki kirinya. Lalu, pada 6 April 2007 sel kanker itu lebih mengganas, kaki kiri alumnus Teknik Manufaktur Universitas Surabaya itu tak bisa digerakkan sama sekali.

Sakitnya luar biasa. Apalagi kalau malam, saya tidak bisa tidur menahan sakit. Bisa tidur 2 jam saja sudah bagus, ungkapnya. Tak tega melihat penderitaannya, pihak keluarga membawa Osmon ke rumahsakit. Dokter mendiagnosis sel kanker bermetastasis ke tulang sehingga Osmon harus diamputasi kakinya dari pangkal paha. Menurut dokter amputasi jalan keluar agar sel kanker tak menyebar ke bagian tubuh lain.

Kedua orangtuanya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya keputusan dokter itu kepada Osmon. Namun, ‘Saya tak dapat membayangkan hidup hanya dengan satu kaki,’ kata bungsu 2 bersaudara itu. Selain amputasi, dokter juga menyarankan kemoterapi. Efek buruk kemoterapi seperti rambut rontok dan kulit terbakar yang selama ini menjadi momok dapat dikurangi. Misalnya, saat ini tersedia herbal penumbuh rambut.

Menurut Anthony Antakusuma, praktikus pengobatan rambut, dengan herbal hanya perlu 2 bulan untuk menumbuhkan rambut yang rontok akibat kemoterapi. Ramuan berbahan ginseng itu memperlancar sirkulasi darah dan nutrisi ke akar rambut sehingga rambut menjadi kuat, tidak mudah rontak, dan cepat tumbuh.

Parah

Namun, Osmon tetap menolak kedua saran dokter itu dan kembali ke rumah setelah opname 11 hari. Osmon memilih menggunakan obat herbal dari Tiongkok. Sayangnya, setelah sebulan rutin mengkonsumsinya, kesembuhan belum juga datang. Malahan sel kanker metastasis ke organ lain. Itu dibuktikan melalui foto toraks. ‘Dunia serasa berakhir. Sepertinya tak ada obat dan harapan kesembuhan untuk penyakit saya,’ keluh Osmon

Bobot tubuh Osmon pun turun drastis dari 80 kg menjadi 60 kg. ‘Makan 4 sendok saja tidak habis. Bau makanan membuat mual, mau muntah’ katanya. Apalagi Osmon juga sebelumnya divonis mengidap diabetes. Kadar gula darahnya 2 jam setelah makan mencapai 360 mg/ dl; kadar normal 200 mg/dl. Kaki kirinya menderita luka yang mengeluarkan nanah terus-menerus. Karena itu ia pun harus menjalankan terapi insulin untuk menekan kadar gula darah.

Ada yang menyarankan Osmon untuk berobat ke Guangzhou, China. Namun, sebelum memutuskan berangkat ke Guangzhou, ia berkonsultasi ke dokter lain tentang peluang kesembuhannya berobat ke luar negeri. ‘Dokter mengatakan kemungkinan saya sembuh dari serangan sel ganas ini cuma 70%. Tetapi ada kemungkinan 30% sel-sel itu tumbuh lagi,’ kata Osmon mengutip pendapat dokter. Itulah sebabnya tawaran berobat ke mancanegara ia tolak.

Ganggang

 

Dalam kegalauan, orangtua Osmon tetap gigih mencari jalan kesembuhan bagi anaknya. Namun, banyak dokter yang mereka temui pesimistis. ‘Malahan ada dokter yang mengatakan kondisi seperti saya ini tak akan bertahan lama,’ tutur Osmon menirukan ucapan kedua orangtuanya.

Saat putus asa itulah, rekannya menawarkan ekstrak ganggang hijau biru. Sejak Juni 2007 ia mengkonsumsi kapsul cryptomonadales alias ganggang hijau-biru itu. Sehari 2 kapsul dikonsumsi 3 kali setelah makan.

Baru juga 3 hari rutin mengkonsumsi cryptomonadales, ia merasakan perubahan signifikan: kaki dapat digerakkan. Saking senangnya, Osmon terus mencoba mengerakgerakkan kakinya. Tak tanggung-tanggung ia langsung menyetir mobil. ‘Kebetulan waktu itu seorang anak didik saya hendak mentraktir setelah lulus, tapi tak bisa mengendarai mobil,’ kata Osmon yang menjadi guru privat itu.

Dua bulan kemudian, gerakan kakinya kian leluasa. Pada saat bersamaan, bengkak dan sakit di lutut pun hilang. Betapa girangnya Osmon dan keluarga melihat perubahan itu. ‘Sekarang saya dapat berjalan tanpa alat bantu lagi,’ ujarnya sumringah. Selera makannya juga kembali seperti semula, sehingga bobot tubuhnya naik menjadi 78 kg.

Fikosianin

Menurut dr Sri Budiwati dari klinik Herbs Medicine, Surabaya, cryptomonadales mengandung berbagai senyawa spesial yang mampu melawan kanker. Itu sejalan dengan penelitian dr Ih Jen Su PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University, Taiwan. Kepada Trubus Ih Jen Su mengatakan berhasil menemukan senyawa fikosianin dalam cryptomonadales. Senyawa itulah yang dipercaya sebagai antivirus dan tokcer melawan sel kanker. ‘Pigmen hijau kebiruan atau fikosianin berefek meningkat sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan aktivitas limfosit,’ kata Ir Nining Betawati MSc, periset alga di Departemen Biologi, Universitas Indonesia.

Mekanisme cryptomonadales mengatasi serangan sel kanker melalui proses apoptosis alias program bunuh diri. Sel kanker yang tak pernah mati, begitu berhadapan dengan fikosianin menyebabkan bunuh diri. Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, ahli alga dari LIPI, cryptomonadales juga mengandung gamma linoleat yang berfungsi merangsang hormon prostaglandin yang berperan mengontrol pembelahan sel.

Selain itu hasil riset Su Yi-Ren, peneliti di National Health Research Institute, menunjukkan cryptomonadales memiliki efek antidiabetes. Hasil uji terhadap 30 pasien yang rutin mengkonsumsi satu kapsul cryptomonadales selama satu bulan, kadar lemak darah mereka turun 25% dan kadar gula darah mendekati batas normal. Pengalaman serupa juga dialami pasien Sri Budiwati. Sri meresepkan kepada penderita diabetes mellitus, dosisnya 3 kali 15 kapsul cryptomonadales per hari. Dua minggu kemudian, kadar gula darah pasien itu turun 150 poin dari sebelumnya 300 mg/dl.

Kandungan peroxisome proliferator activated receptors (PPARs) yang dimiliki cryptomonadales mencegah perkembangan diabetes. Menurut Eun Hee Koh, peneliti di University of Ulsan College of Medicine, Seoul, Korea, PPARS mengurangi pembentukan lemak dan efek resistensi insulin berupa perbaikan respon tubuh terhadap insulin, sehingga transportasi glukosa darah menjadi lancar, serta perbaikan sel-sel pankreas.

Itu pula yang terjadi pada Osmon. Selain terhindar dari amputasi, kadar gula darahnya yang juga tinggi turun menjadi 160 mg/dl. Dua penyakit maut itu akhirnya sirna dengan kapsul cryptomonadales alias ganggang hijau-biru. Dengan makhluk mini itu, mimpi buruk hidup tanpa kaki kiri itu pun tak terjadi. (Ari Chaidir/Peliput: Vina Fitriani).

dari Majalah Trubus 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s