Kisah Parasit Lawan Penyakit

Sepanjang hayat ia tunawisma, makanya hidup menumpang pada pohon. Kehadirannya kerap tak dikehendaki pekebun buah lantaran dituding bikin anjlok produksi. Sudah begitu namanya kerap digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang merugikan. Itulah nasib benalu. Tak ada manfaatnya? Tumbuhan itu ternyata tokcer mengatasi serangan kanker.

Dr Hendig Winarno, periset Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) selama tiga tahun menyibak tabir benalu Scurrula atropurpurea. Kerap kali hingga dinihari ia berkutat di laboratorium, meski di luar salju turun. Disiplin ala Jepang memang diterapkan doktor Farmakologi alumnus Universitas Fukuyama itu. ‘Saya tertarik meneliti benalu teh karena setiap kali ke Puncak, sering melihat benalu itu dijual,’ ujarnya. Dalam penelitiannya ia mengisolasi 16 senyawa dari benalu, parasit pohon teh di Perkebunan Teh Gunung Mas, Cipanas, Jawa Barat.

Perinciannya: 6 senyawa asam lemak tak jenuh, 2 senyawa santin, 2 senyawa flavonol glikosida, 4 senyawa flavonol, 1 senyawa lignan glikosida, dan 1 senyawa monoterpene glukosida. Oktadeka-8,10,12-asam triynoat salah satu senyawa itu mampu menghambat invasi sel kanker 99,4% pada konsentrasi 10 mg/ml. Senyawa ini asam lemak tak jenuh, mengandung atom karbon 18.

Atas dasar pengujian itu, diyakini bahwa oktadeka-8,10,12 sebagai zat aktif antikanker yang terkandung dalam benalu teh. Cara kerja zat itu menghambat invasi sel kanker sehingga sel tidak mengalami metastasis. Dalam istilah kedokteran, cara kerja itu disebut antiproliferasi. Penemuan itu jelas menggembirakan. Harap mafhum, hingga saat ini belum ada obat antikanker yang bekerjanya menghambat invasi sel.

Cegah

Daya hambat benalu teh cukup besar, mencapai 99%. Artinya, dari hasil uji in vitro, sekitar 99,4% dari luas areanya dihambat pertumbuhannya. Menurut Wahyu Suprapto, herbalis di Malang, Jawa Timur, khasiat benalu tergantung inangnya. Benalu teh, misalnya, karena teh kaya antioksidan, senyawa aktif dominan dari benalu teh pun mengandung antioksidan tinggi seperti tanin dan katekin.

Wahyu menuturkan benalu bekerja dengan mengintervensi dan mematikan sel tumor. Cara kerja itu berkat sifat benalu sebagai tanaman parasit. Untuk bertahan hidup, ia menembus dan mematikan sel-sel tanaman inang dengan mengambil makanan. Wahyu menduga dari cara hidup yang ‘tunawisma’ itulah cara kerja benalu mematikan sel kanker, seperti pengalaman Sri Purwani. Ia mengidap kanker payudara stadium 3. Wahyu Suprapto memberikan kombinasi benalu teh yang diramu dengan bidara upas dan sambiloto. Ramuan itu direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas dan diminum 3 kali sehari.

Enam bulan berselang, luka mengering. Namun, karena melanggar pantangan makan, luka di payudaranya itu kembali bernanah. Toh, setelah kembali rutin mengkonsumsi rebusan benalu, setahun kemudian ia sembuh. Menurut dokter Sidi Aritjahja, herbalis di Yogyakarta, benalu mengandung antioksidan tinggi. Ia mengandung senyawa pemutus rantai siklooksigenase pada mitosis sel tumor.

Dalam pengobatan, biasanya benalu disandingkan dengan tapak dara Catharanthus roseus. Anggota familiApocynaceae itu juga sohor sebagai antikanker. Malahan di pasaran dunia, ekstraknya diperniagakan dengan harga selangit. Meski benalu dan tapakdara mudah diperoleh di sekitar kita, mencegah serangan penyakit tetap lebih baik ketimbang mengobati. Caranya beragam, seperti menjalani gaya hidup sehat dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Itu bukan hal mudah, memang. Sebab, polusi meningkat, konsumsi makanan berpengawet, dan penggunaan pestisida semakin meningkat.

Belum lagi stres berlebihan. Akibatnya, seluruh organ tubuh bekerja keras agar badan tetap bisa berdiri tegak. Namun, jika tubuh gagal menetralisir, penyakit maut pun menyerang akibat fungsi organ rusak. ‘Organ rusak karena oksidasi, polutan, sinar matahari, makanan-minuman, ozon, dan pestisida menyebabkan terbentuknya radikal bebas,’ kata dr Wilie Japaris, dokter di rumahsakit Omni Medical Center, Kelapagading, Jakarta Utara. Radikal bebas adalah molekul, atom atau grup atom yang tidak berpasangan.

Radikal bebas membahayakan tubuh jika jumlahnya lebih banyak ketimbang senyawa antioksidan dalam tubuh. Akibatnya radikal bebas yang bersifat elektrofil menyerang tubuh dan merusak DNA, sehingga kanker mudah menyerang dan penuaan dini. Penyakit kronis lainnya, arteriosklerosis akibat radikal bebas mengoksidasi kolesterol dan kerusakan pankreas yang menyebabkan produksi insulin terganggu dan menyebabkan diabetes.

Antioksidan

Menurut Dr Suprapto Ma’at dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga fungsi sistem imun adalah pertahanan. Intinya menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. Jika sel-sel imun diganggu, orang rentan sakit. Ia sebagai penjaga keseimbangan komponen tubuh dengan membersihkan sel-sel yang mati. Fungsi lain, sistem imun meronda ke seluruh bagian tubuh. Jika ditemukan sel tubuh yang mutasi-memicu kanker-sistem imun akan membinasakannya ‘Sistem imun tubuh melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas dalam tubuh,’ kata Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang.

Sistem imun itu terbentuk dari antioksidan yang secara alami sudah terdapat dalam tubuh. Namun, jumlah sistem imun terkikis seiring gempuran bahan kimia dan penyakit. Makanya, untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh butuh konsumsi bahan-bahan alami yang mengandung zat gizi lengkap. Dengan begitu keseimbangan hormon pengatur fungsi tubuh tetap terjaga, walau virus, cendawan, dan bakteri menggempur. ‘Hidup sehat alami dengan cara memanfaatkan tanaman di sekitar kita,’ imbuh Lukas.

Biji anggur yang selama ini kita buang ketika menikmati buah Vitis vinifera, justru kaya antioksidan. Ia berkekuatan tinggi sehingga dapat menembus sel darah dan otak sekaligus meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan otak. ‘Antioksidan tinggi juga terdapat pada herbal,’ kata alumnus Universitas Diponegoro itu. Sekadar menyebut beberapa contoh adalah kumis kucing, meniran, pegagan, sambiloto, temulawak, kunir putih, daun sendok, dan jombang. Herbal itu teruji klinis dan mempunyai aktivitas antioksidan tinggi untuk membentuk sistem imun.

Kerja sama

Senyawa aktif yang terkandung dalam herbal itu memang beragam. Meniran Phyllanthus niruri ampuh menjaga organ tubuh dari penyakit itu. Ia kaya senyawa aktif seperti alkaloid, astragalin, asam karboksilat, brevifolin, dan korilagin. Senyawa-senyawa aktif itu saling bersinergi membentengi tubuh dari penyakit.

Sedangkan sambiloto Andrographis paniculata membantu imunitas tubuh melalui peningkatan daya fagositosis leukosit. Itu diperoleh berkat kerja sama 4 jenis senyawa lakton utama, yaitu deoksiandrografolida, andrografolida, neoandrografolida, dan didehidroandrografolida. Khasiat bakal terasa setelah rutin meminum rebusan 5 gram daun kering sambiloto dalam 2 gelas air. ‘Jika menggunakan daun segar, dosisnya 30 lembar daun dan direbus dalam 2 gelas air,’ kata Lukas.

Herba yang mujarab menjaga sistem kekebalan tubuh: temulawak Curcuma xanthorriza. Riset Prof Dr Yahya Kisyanto dan Dr Nyoman Kertia, SpPD-KR membuktikan temulawak menurunkan risiko serangan kanker payudara. Xanthorrhizol, senyawa aktif dalam rimpang kerabat kunyit itu memang terbukti antikanker. Selain itu, ‘Temulawak juga didukung oleh 100 komponen senyawa aktif yang mencegah penyakit masuk ke tubuh,’ kata Prof Nyoman.

Kurkuminoid salah satu di antaranya. Senyawa aktif itu berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antihepatotoksik, antikolesterol, antikanker, dan sekaligus antiplatelet agregasi. Dosis yang dianjurkan adalah 2 gram temulawak. Mau yang lain? Masih ada pegagan Centella asiatica. Jika rutin mengkonsumsi rebusan pegagan 3 kali sehari- rebus 3 gram dalam 2 gelas air- berbagai jenis kanker menjauh.

Sebab kandungan asam asetat, betakaroten, betakariofilen, betaelemena, betafarsenen, betasisterol, dan brahminosida dalam pegagan membentengi tubuh dari gempuran penyakit. Yasir Hassan Siddique periset Aligar Muslim University, membuktikan pemberian 50 mg/ kg bobot tubuh/hari ekstrak pegagan selama 14 hari, meningkatkan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, glutathione peroxidase (GSHPx), dan antioksidan glutathione (GSH) yang efektif menekan laju pertumbuhan tumor maupun kanker.

Temulawak, meniran, sambiloto, dan pegagan ada di sekitar kita dan mudah didapat. Dengan rutin mengkonsumsi herba itu, berarti memperkokoh pertahanan tubuh. Itulah salah satu cara paling bijak mencegah serangan penyakit maut yang terus mengintai. (Sardi Duryatmo & Vina Fitriani)

 dari Majalah Trubus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s